POM Bensin Pengisi Kemerdekaan

5 Alasan Story Sempro Tidak Perlu Dibuat

Sumber : Pexels.com
 

Aku merasa bingung mau melakukan apa lagi. Untuk mengisi kebingunganku, kubuka Instagram dan kulihat kumpulan story milik orang lain. Terlihat ada beberapa story dari teman-teman sekelasku yang telah mengikuti seminar proposal skripsi atau disingkat sempro. Mereka terlihat bahagia karena telah mempresentasikan proposal mereka.

Teman-teman si peserta seminar pun memposting story berisi ucapan selamat dengan gaya masing-masing. Hal itu dilakukan karena mereka turut merasakan kebahagiaan temannya. Sebagai bentuk terima kasih, dia memposting ulang story teman-temannya.

Story "ala anak kuliahan" seperti paragraf di atas sebenarnya merupakan hal lumrah bagi anak muda zaman sekarang. Mahasiswa peserta sempro seolah ingin memberitahu orang lain bahwa dia berhasil dan berharap ada ucapan selamat untuknya. Hal itu sebenarnya sah-sah saja karena mengucap selamat kepada seseorang bisa menumbuhkan rasa empati.

Namun di sisi lain, story ala sempro sebenarnya tidak perlu dibuat karena beberapa alasan berikut ini.

1. Perjuangan Belum Selesai

sumber : Pexels.com

Perjuangan para peserta sempro sebenarnya belum selesai. Pasalnya, mereka harus melanjutkan atau bahkan merevisi proposal yang telah dipresentasikan. Menurutku, suatu hal yang belum selesai kurang pantas untuk dipamerkan di media sosial. 

2. Pencapaiannya Dianggap Biasa

Sumber : Pexels.com

Pembuatan karya ilmiah seperti skripsi sebenarnya telah dilakukan oleh banyak orang. Berdasarkan data dari BPS,  jumlah sarjana di Indonesia meningkat dibanding tahun 2010. Para sarjana tersebut pasti sudah menyusun skripsi. Jadi, pencapaian ketika proposal skripsi telah dipresentasikan sudah dianggap biasa dan tidak perlu dipamerkan.

3. Memunculkan Sifat Iri

Sumber : Freepik.com

Apabila seorang mahasiswa melihat proposal temannya sudah dipresentasikan, bisa saja muncul sifat iri karena dia membandingkan dengan nasibnya yang belum mengikuti sempro. Sifat iri tersebut tidak boleh dibiarkan karena akan mengganggu kesehatan mental dia.

4. Memunculkan Sifat Sombong dan Berpuas Diri

Sumber : Freepik.com

Setelah story dibuat, pasti ada yang mengucap selamat kepada si peserta sempro. Tidak hanya satu, melainkan bisa sampai puluhan ucapan. Ucapan-ucapan selamat membuat si peserta sempro merasa bangga. Sifat bangga seperti inilah yang bisa saja memunculkan sifat sombong dan berpuas diri ketika usahanya masih di tengah jalan.

5. Terkenal Sebelum Waktunya

Sumber : Pixabay.com

Seorang peserta sempro menjadi populer karena postingan story-nya yang bisa mendulang pemirsa dalam jumlah banyak. Apalagi jika dia memposting ulang story milik teman-temannya. Menurutku, popularitas semestinya diraih ketika mencapai kesuksesan, bukan ketika masih berusaha.

 Alasan-alasan di atas kuutarakan menurut pendapat pribadiku. Kalau memang ada yang berbeda pendapat, tanganku masih terbuka untuk menerima setiap masukan.


Referensi :

Jumlah sarjana di Indonesia naik tiga kali lipat dibandingkan 2010

Komentar

Posting Komentar