POM Bensin Pengisi Kemerdekaan

Revolusi Ala "La Nazionale"



Tim sepakbola mana yang kalian idolakan? Aku sendiri mendukung Tim Nasional Italia karena menyukai negara tersebut sejak lama. Terkait sepakbolanya, Negeri Pizza mempunyai lika-liku yang sulit sebelum mencapai puncak.

Jika ditilik dari kisah masa lalunya, Timnas Italia memiliki masa lalu yang kelam. Pasalnya, mereka sempat gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia. Kala itu, timnas ini masih diperkuat oleh pemain-pemain anyar, seperti Gianluigi Buffon, Andrea Barzagli, dan Giorgio Chiellini.

Penyebab dari kekalahan itu ada beberapa macam. Pertama adalah pelatih yang kurang berpengalaman. Gian Ventura selaku pelatih kala itu hanya berpengalaman menangani klub-klub lokal yang kurang berprestasi di Liga Italia.

Selain itu, ada pula penyebab lainnya, yakni menurunnya mental skuad Timnas Italia. Pasca menjuarai Piala Dunia 2006, mental skuad "La Nazionale" seolah menurun. Terbukti saat mereka tersisih dari babak fase grup di Piala Dunia 2010 dan 2014. Puncaknya, mereka pun gagal lolos ke Piala Dunia 2018 di Rusia.

Setelah gagalnya Italia lolos ke Piala Dunia 2018, Ventura dipecat oleh Federasi Sepak bola Italia (FIGC). Akibatnya, terjadi kekosongan kursi pelatih selama 6 bulan. Untuk mengisi kekosongan ini, Luigi Di Biagio ditunjuk sebagai caretaker.

Pasca mengalami kekosongan kursi pelatih, datanglah Roberto Mancini. Kemudian, dia resmi menjadi pelatih Timnas Italia. Kedatangannya menjadi harapan baru bagi persepakbolaan Negeri Pizza.

Setelah Mancini menjadi "allenatore" atau "pelatih", dia mulai melakukan pembenahan. Di tangannya, taktik permainan La Nazionale dipadukan antara taktik Catenaccio atau pertahanan grendel dengan permainan menyerang nan agresif . 

Selain itu, semua pemain Timnas Italia dimaksimalkan kemampuannya. Akibatnya, para pemain cadangan pun memiliki kualitas yang sama dengan para pemain utama sehingga timnas ini akan tetap kuat.

Tak hanya itu, Mancini juga menanamkan sebuah prinsip bahwa timnya merupakan sebuah keluarga sehingga para pemainnya tidak akan merasa tertekan dalam situasi apapun. Prinsip kekeluargaan tersebut dilengkapi pula dengan tekad  dari"sang allenatore" yang kuat bahwa dia akan meraih prestasi bersama skuad La Nazionale.

Hasilnya, timnya berhasil mencatatkan rekor tak terkalahkan berturut-turut saat pagelaran Euro 2020. Dimulai dengan memenangi laga melawan Turki dengan skor 3-0 di babak fase grup. Lalu, lawan lainnya pun disikat hingga melenggang secara mulus ke babak selanjutnya.

Di babak berikutnya, mereka tetap perkasa. Berhasil mengalahkan Austria dengan skor 2-1 di babak 16 besar, lalu menumbangkan Belgia di babak selanjutnya dengan skor 2-1. Kegagahan "Si Biru" pun berlanjut di semifinal dengan menewaskan Spanyol lewat adu penalti dengan skor 4-2 dan berhak melaju ke final.

Meski kekuatannya sempat diimbangkan, namun mereka tak mudah goyah. Skor 1-1  melawan Inggris di babak final memaksa terjadinya adu penalti. Pada akhirnya, Italia pun keluar sebagai juara di Euro 2020 dengan skor 3-2. Kemenangan ini menjadi hadiah atas segala upaya Mancini dalam merevolusi tim "Si Biru".


Referensi :

5 Penyebab Italia Gagal Lolos ke Piala Dunia 2018, Nomor 3 Pangkal Masalah

Italia Tidak Layak Ditangani Gian Piero Ventura

Pengakuan Roberto Mancini, Jadi Pelatih Italia Karena Tak Ada yang Mau

Bagaimana Roberto Mancini Membuat Italia Kuat? 

 Daftar Pertandingan Timnas Italia di Euro 2020


Sumber gambar :

wallpaperbetter.com

Komentar