- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| sumber gambar : pixabay.com |
Indonesia memasuki masa pandemi sejak Maret 2020. Sejak saat
itu, pembatasan pun diberlakukan. Hal ini turut berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat
Indonesia yang memilki rasa kebersamaan yang kuat.
Ternyata, pandemi bukanlah suatu alasan untuk hidup
menyendiri. Dengan berbekal gawai, kebersamaan
pun bisa terjaga melalui aplikasi panggilan video dan media sosial. Hal ini
sebenarnya bisa mengubah pola pikir masyarakat mengingat selama ini gawai dianggap sebagai alat pemisah ketika sedang berinteraksi
sosial.
Terkait hal-hal di atas, saya memiliki kisah tersendiri.
Sebelum pandemi, saya sering bertemu dengan teman-teman saya. Kegiatan-kegiatan
yang dilakukan pun beragam, seperti bermain game,
berbincang-bincang santai, hingga berdiskusi secara serius. Teman-teman saya memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang
suka bergurau, ada yang pemikir kritis, bahkan adapula yang menyukai hal-hal
ekstrem. Meski begitu, momen-momen indah pun dapat terukir bersama mereka. Setelah saya cari di internet, saya baru tahu bahwa terciptanya momen-momen tersebut termasuk salah satu bentuk toleransi.
Saat pandemi muncul di Indonesia, momen-momen kebersamaan
tersebut seolah pamit sejenak. Saya tidak bisa bertemu mereka karena pembatasan
yang diberlakukan oleh pemerintah. Untungnya, masih ada ponsel dengan beragam
aplikasi di dalamnya. Sehingga, saya tetap bisa berbincang-bincang, bermain game, hingga berdiskusi dari jarak jauh.
Kesan-kesannya pun tetap bisa saya rasakan meski keadaannya nampak berbeda dari
sebelumnya.
Hingga suatu ketika, pembatasan pun dilonggarkan oleh pemerintah.
Kesempatan ini saya manfaatkan untuk melepas kangen dengan teman-teman saya.
Saya setuju dengan pernyataan bahwa berkomunikasi secara tatap muka akan lebih
terasa dari sisi emosional ketimbang berkomunikasi secara virtual. Dengan
melihat wajah serta mendengar setiap perkataan dari teman saya, saya jadi tahu
bagaimana perasaannya saat itu sehingga komunikasi akan berjalan mulus tanpa
adanya rasa curiga yang mengganjal di hati.
Akan tetapi, momen-momen indah tersebut tidaklah berlangsung
lama. Pada 11 Januari 2021, pemerintah kembali memberlakukan pembatasan
sosial bertajuk PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Otomatis,
saya kembali ke dunia virtual dan berselancar disana. Untungnya, saya sudah
bertemu dengan teman-teman saya sebelumnya. Sehingga, berkomunikasi secara
virtual pun tak jadi masalah.
Ini cara saya untuk merawat kebersamaan, toleransi, dan
keberagaman. Bagaimana cara kamu? Kabarkan/sebarkan pesan baik untuk MERAWAT
kebersamaan, toleransi, dan keberagaman kamu dengan mengikuti lomba
"Indonesia Baik" yang diselenggarakan KBR (Kantor Berita Radio).
Syaratnya, bisa Anda lihat di sini.
Syarat Lomba Indonesia Baik KBR
Referensi :
[1] https://bpptik.kominfo.go.id/2014/03/10/399/gadget-dan-interaksi-sosial-2/
[2] https://indomaritim.id/toleransi-adalah-cara-menghargai-dan-menerima-perbedaan/

Komentar
Posting Komentar