POM Bensin Pengisi Kemerdekaan

Bahagia Itu "Tidak Selalu" Sederhana

 

 

sumber : pexels.com

 

Aku sering merasa resah karena tidak pernah merasa bahagia. Di saat aku melamun sebentar, terbesit suatu kalimat di dalam pikiranku.  Suatu kalimat yang dirasa sudah familiar di masyarakat.

“Bahagia itu sederhana”

Menurutku, kalimat di atas terasa basa-basi. Ketika keresahan sedang bergejolak, maka tembok tinggi yang bernama " perasaan dan pikiran" itu terasa sulit untuk dipanjat. Akhirnya, aku mencoba memanjatnya melalui celah-celah yang ada di tembok tersebut. Perlahan namun pasti, tubuhku sudah hampir tiba di atas tembok. Hingga pada akhirnya, aku pun berhasil sampai di ujung tembok paling atas. Lalu, aku turun ke sisi lain tembok itu secara perlahan. Pancaran kebahagiaan pun kudapatkan setelah berusaha dan usaha tersebut tidak bisa dianggap sederhana.

 Jadi, paragraf di atas adalah suatu cerita yang menggambarkan tentang  kebahagiaan yang terhalang oleh sebuah tembok tinggi. Tembok tersebut menjadi  simbol dari sesuatu yang menghalangi kebahagiaan, seperti pikiran yang bermacam-macam, serta perasaan yang tak menentu. Karena ingin merasakan kebahagiaan, maka diperlukan usaha-usaha kecil. Usaha-usaha kecil ini diibaratkan seperti memanjat tembok tinggi secara perlahan namun pasti. Berkat usaha-usaha tersebut, perasaan senang  perlahan datang ibarat sudah mendekati puncak dari tembok tinggi. Hasilnya, tembok tinggi itu berhasil dipanjat dan kebahagiaan pun didapat. Jadi, sebagian orang memerlukan suatu usaha untuk mencapai kebahagiaan.

Terkait dengan usaha-usaha kecil untuk meraih kebahagiaan, sebagian orang melakukannya dengan cara-cara yang bersifat duniawi, seperti  menonton video, bermain game, membaca novel, dan sebagainya. Hal ini disesuaikan dengan keadaan dan karakter dari orang-orang tersebut. Jika seseorang akan merasa bahagia setelah bermain game, maka dia akan melakukannya. Namun, kebahagiaan yang didapat melalui cara-cara ini umumnya bersifat sementara.  Bahkan, adapula yang emosinya semakin meningkat setelah bermain game.

Jika cara-cara duniawi belum cukup, maka cara-cara yang bersifat spiritual patut untuk  dicoba. Adapun cara-cara spiritual seperti  memaafkan kesalahan orang lain, mengurangi jumlah keinginan yang bersifat duniawi, bersyukur dan menerima setiap keadaan, dan sebagainya. Melalui  cara-cara tersebut, kebahagiaan yang muncul biasanya akan lebih tahan lama dan lebih menenteramkan hati. Hal ini karena cara-cara seperti ini bisa memulihkan hubungan seseorang dengan orang lain dan bahkan dengan Tuhannya. Sehingga hatinya akan merasa  bebas  dalam waktu yang lama.

Namun, tidak semua orang mampu menerapkan cara-cara spiritual seperti paragraf di atas. Hal ini tidak terlepas dari urusan-urusan duniawi yang mereka hadapi lalu tenggelam di dalamnya. Seperti halnya tenggelam dalam lautan dalam, maka sulit untuk kembali ke permukaan dan menghirup udara segar. Udara tersebut diibaratkan seperti jalan yang lurus dari Tuhan.

Setelah kebahagiaan berhasil didapatkan,  seseorang akan menjalani hidupnya dengan lancar. Hal ini disebabkan perasaan bahagia tersebut dapat menghilangkan stress, cemas, serta perasaan negatif lainnya yang akan mengganggu  pekerjaan orang tersebut.

Semua celotehan ini bukan berasal dari motivator berpengalaman atau pemuka agama, melainkan dari seorang mahasiswa yang sedang berusaha mencari nilai-nilai yang berharga dalam hidup. Tulisan ini aku anggap sebagai bumerang agar diri ini bisa jadi pribadi yang lebih baik. Jika semua guratan ini bermanfaat untuk siapapun yang membacanya, maka itu akan menjadi penambah kebahagiaan bagiku.


Komentar

  1. kebahagian setiap orang berbeda, ada yang hal sederhana saja sdh bikin bahagia, ada yang harus mencari hal yang sulit dia merasa bahagia. jd memang bahagia tidak bisa disamakan satu sama lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mba. Itu tergantung masing-masing karakter dari setiap orang.

      Hapus

Posting Komentar