- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Ditemani es awan, otak saya pun turut sejuk laksana air
hujan yang ditampung oleh awan. Sejuknya
otak saya dikarenakan ilmu-ilmu yang saya dapatkan dari Workshop Penulisan
Feature yang diselenggarakan oleh UBSI (Universitas Bina Sarana dan
Informatika).
Workshop tersebut diselenggarakan oleh UBSI dan Wasilah 109
pada Sabtu, 7 November 2020 melalui aplikasi Zoom. Adapun para narasumbernya
adalah Robbikal Muntaha S.Sos., M.Ikom., Romi Syahril, S. Sos., M.M. dan Drs.
Priyatna M.Si., M.M. Acara berlangsung dari pukul 13.00 sampai pukul 15.30.
Acara ini diselenggarakan dengan maksud agar masyarakat bisa mengetahui teknik
menulis feature yang baik dan benar.
Ilmu-ilmu yang saya dapatkan seperti pembuatan outline
untuk tulisan feautre, lead atau
pembuka feature, ending atau penutup
feature, perbedaaan teks berita dengan teks feature, dan lain-lain. Acara
dimulai oleh pemateri bernama Pak Robbikal Muntaha. Pemateri bersuara ringan
ini memberikan materi-materi seringan suaranya. Hal ini karena sikapnya yang
santai namun materi yang dibawakannya padat. Hal menarik dari Pak Robbikal ini
adalah gelar master komputernya. Pasalnya, jarang ada seorang lulusan
pascasarjana ilmu komputer yang juga paham ilmu-ilmu jurnalistik. Padatnya ilmu dari Pak Robbikal ini saya
dapatkan meski tidak maksimal.
Tidak maksimalnya ilmu yang didapat tersebut bukan tanpa
sebab. Saya sempat mundur sejenak dari acara ini untuk mengambil makanan. Akan
tetapi, bukan berarti antusiasme saya berkurang. Meski sedang makan, saya tetap
menikmati suara-suara dari pemateri yang sedang berbicara. Hal ini karena
ilmu-ilmu yang diberikan sesuai dengan minat dan pengalaman saya.
Meski pemateri setelah Pak Robbikal berbeda karakternya,
namun terdapat beberapa persamaan, yakni isi materi dan tingkat emosi saat
memberikan materi. Materi-materi yang mereka bawakan seperti sambung-menyambung
dengan tema materi yang sama, yakni feature. Jadi, jika pemateri sudah
menyampaikan suatu materi, maka pemateri berikutnya akan menyambung isi materi
sebelumnya dengan tema yang masih sama. Tak hanya itu, emosi mereka pun terlihat
stabil saat memberikan materi. Menurut saya, stabilnya emosi tersebut mungkin
dikarenakan banyaknya pengalaman mereka dalam mengajar.
Tetapi, stabilnya emosi yang dimiliki oleh para pemateri
berbanding terbalik dengan tidak stabilnya otak saya. Hal ini karena saya
memiliki sifat yang cenderung pelupa. Oleh karena itu, informasi yang
didapatkan mungkin hanya hitungan jari. Untung saja, sebagian dari materi yang
disampaikan sudah pernah saya pelajari sebelumnya, sehingga tidak perlu
repot-repot meminta penjelasan kembali
kepada pemateri.
Selain itu, saya tidak mengalami kendala teknis yang
berarti. Meski saya tinggal di daerah dataran tinggi, namun jaringan internet
tetap lancar karena terbantu oleh
jaringan WiFi. Tak hanya itu, saya juga menyaksikan workshop tersebut melalui laptop, sehingga saya merasa lebih nyaman
saat menontonnya jika dibandingkan dengan menggunakan telepon seluler.
Acara ini pun juga ditutup dengan penugasan. Para peserta
diminta untuk menulis beberapa paragraf feature dengan data-data yang sudah
disediakan. Waktunya pun dibatasi dan hasilnya juga akan dikoreksi oleh para pemateri.
Benar-benar penyelarasan yang bagus. Jika sudah mempelajari suatu teori, maka
teori-teori tersebut akan menancap ke otak secara lebih dalam apabila dibarengi
dengan penerapan atau praktiknya.

Komentar
Posting Komentar