- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| sumber : jatimtimes.com |
Akhir-akhir ini, sedang viral jargon-jargon unik, seperti "ampun bang jago", "tarik sisi, semongko" , dll. Semua itu terkenal lewat aplikasi Tik-tok. Tetapi, hal-hal di atas lebih banyak dinikmati secara mentah-mentah layaknya sushi.
Padahal, jika ditelaah, hal-hal viral tersebut memiliki nilai-nilai positif. Seperti jargon "tarik sis, semongko". Kata "semongko" ini berasal dari plesetan dari kata "sumonggo". "Sumonggo" dari kata "monggo" yang dalam bahasa Jawa artinya "silahkan". Sementara itu, kata "semongko" juga merupakan singkatan dari "semangato sampe bongko" tang artinya "semangat sampai mati". Kata "bongko" yang artinya "mati" juga berasal dari bahasa Jawa.
Dengan tenarnya kata "semongko", secara tidak langsung membuat bahasa daerah semakin dikenal, terutama bahasa Jawa. Dengan terkenalnya bahasa daerah, maka kearifan lokal akan tetap terlestarikan sehingga identitas bangsa pun akan tetap terjaga. Bayangkan apabila identitas bangsa kita hilang. Maka, bisa saja negara ini akan sangat mudah terbawa arus budaya dari luar negeri. Jika ini terjadi, maka tidak menutup kemungkinan Indonesia akan memasuki era penjajahan baru.
Hal yang sama juga berlaku bagi jargon "ampun bang jago". Ternyata, jargon tersebut berasal dari lagu asal Sulawesi Utara. Makna lagunya pun mendalam, yakni mengajarkan bahwa sikap rendah hati itu penting agar tidak cepat hancur. Hal ini dibuktikan dalam lirik-lirik dalam lagu tersebut yang menyebutkan bahwa si jagoan berpengalaman memilih untuk mengalah kepada si jagoan pemula yang sombong. Mengalah ini bukan berarti mengalah yang sesungguhnya, tetapi mengalah karena dia sedang menunggu saat-saat yang tepat untuk membuktikan keahliannya.
Sikap rendah hati ini penting untuk diterapkan dalam masyarakat. Jika ingin memiliki banyak teman, memiliki popularitas, menduduki jabatan, serta mempunyai kekayaan dalam jangka waktu yang lama, maka harus terus bersikap rendah hati. Dengan sikap merendah ini, maka seseorang bisa mempertahankan itu semua meski dengan cara yang halus bahkan tak kasat mata. Ketika teman-temannya sedang asyik berbincang dengannya, mereka tidak tahu bahwa dia "lebih dari mereka semua" karena sikap merendahnya. Akbatnya, teman-temannya pun tetap asyik-asyik saja berteman dengannya karena mereka tidak bersikap iri terhadap apa yang dia punya. Hal ini jelas penting dalam bersosialisasi.
Referensi :
Link video "Ampun Bang Jago" :
https://www.youtube.com/watch?v=qY1IFnjM8-Y

Komentar
Posting Komentar