- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| sumber : pexels.com |
Selama masa pandemi masih berlangsung, berdiam diri di rumah menjadi pilihan yang terbaik. tetapi, ketika berdiam diri tersebut, rasa bosan pun muncul karena kegiatan yang itu-itu saja. Jika rasa bosan ini dibiarkan, penyakit mental seperti depresi pun akan datang yang dapat memicu gangguan pada kesehatan tubuh.
Akan tetapi, rasa bosan tersebut dapat dilenyapkan dengan kegiatan-kegiatan
yang lebih bermanfaat, entah itu dengan beribadah, membaca buku, menulis,
berdiskusi mengenai hal-hal serius dengan kawan-kawan melalui Whattsapp, dan lain-lain. Agar tidak
merasa dipaksa, sebaiknya kegiatan-kegiatan tersebut dijalankan atas kehendak sendiri.
Dampaknya pun akan terasa jika sudah keluar dari rumah.
Sosok sekaliber Bung Karno pun bisa kalian jadikan contoh. Selama diasingkan di
Ende pada dekade tahun 1930-an, beliau menghabiskan waktunya dengan mempelajari
agama-agama di dunia, termasuk Islam. Caranya dengan berkomunikasi dengan para
pemuka agama yang beliau kenal, salah satunya adalah A.Hassan. Ulama yang
berasal dari Madras ini pernah bertemu dengan Bung Karno di Bandung. Dari ulama
tersebutlah, ilmu-ilmu keislaman Bung Karno semakin bertambah. Setelah
mempelajari hampir semua agama di dunia, rasa toleransi beliau pun semakin
meningkat. Pengetahuannya tentang agama-agama di dunia juga turut menopang
kedudukan Bung Karno saat menjadi presiden.
Tak hanya itu, selama masa pengasingan di Ende, Bung Karno juga membuat karya-karya seni. Beliau telah menghasilkan lukisan dan naskah-naskah tonil (semacam drama). Semua karya tersebut tidak terlepas dari kegiatan-kegiatan yang beliau lakukan, seperti lukisan yang tercipta setelah jalan-jalan, serta naskah-naskah tonil yang tercipta setelah bergaul dengan masyarakat setempat.
Tak hanya Bung Karno, Bung Hatta pun juga mengisi waktunya selama masa pengasingan dengan kegiatan bermanfaat. Dilansir dari idntimes.com, beliau bersama Sutan Syahrir membawa 16 koper berisi buku-buku miliknya untuk dibaca selama diasingkan di Digoel dan Banda Neira pada dekade 1930-an. Saking banyaknya buku-buku tersebut, seorang temannya menyarankan supaya dia membuka toko buku saja. Dari buku-buku tersebutlah, kelak Bung Hatta mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa dari beberapa universitas karena karya-karya ilmiahnya.
Bagaimana, sudah terinspirasi? Walaupun mereka berdiam diri di tempat pengasingan, tetapi paling tidak, apa yang mereka lakukan dapat kalian terapkan saat berdiam diri di rumah. Tentunya ini balik lagi kepada kesanggupan kalian masing-masing dalam menerapkannya. Semoga setelah menerapkannya, kalian bisa tertular sukses sama seperti mereka.
Sumber :
Buku "Total Bung Karno 2" karya Roso Daras
Artikel ilmiah "BUNG HATTA, PROKLAMATOR, ILMUWAN, PENULIS DAN KARYA-KARYANYA: SEBUAH ANALISIS BIO-BIBLIOMETRIK " karya Maryono
Komentar

bung karno adalah idola
BalasHapusbeliau kayak enggak bisa menghabiskan waktu dengan hal sia-sia
entah menulis dan membaca ada saja yang beliau lakukan
Karena itulah, mengapa beliau jadi seorang tokoh besar.
HapusInspiring sekali tulisannya! Saya pikir bakal ngebahas tokoh2 sukses asal Amerika yg lebih sering dijadikan contoh dan cenderung lebih diidolakan oleh generasi sekarang. Ternyata tokoh2 inspirator di negara kita seperti Bung Karno dan Bung Hatta pun harusnya bisa kita lirik. Terima kasih untuk pengingatnya kak, salam kenal!👋🏻😊
BalasHapusSama-sama, Kak. Terima kasih juga.
Hapus