- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| sumber : pixabay |
"Aha!" ucapku dalam hati saat di kamar mandi.
Setelah keluar dari kamar mandi dalam keadaan bersih dan rapi, aku pun langsung mengeluarkan secarik kertas dan pulpen dan ku tulis sesuatu yang keluar dari otakku tersebut, yaitu ide.
Itulah secuil cerita ilustrasi tentang mudahnya sebuah ide muncul dari otak kita. Dia bisa datang kapanpun dan dimanapun bahkan di tempat tak terduga sekalipun seperti di kamar mandi. Bisa dikatakan sebuah ide datang bak "Tamu tak diundang"
Adapun datangnya ide tersebut biasanya dilatar belakangi oleh suatu permasalahan yang sedang kita hadapi terkait pekerjaan kita ataupun terkait hal-hal lainnya. Permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan "sekali duduk" atau selesai dalam satu waktu saja. Pada mulanya, kita akan merasa resah karena permasalahan tersebut seperti mengalami kebuntuan alias tidak menemukan solusi yang tepat.
Setelah itu, datanglah anugerah Tuhan di saat-saat tak terduga melalui otak kita, yaitu gagasan atau ide. Ide tersebut sudah saatnya untuk didokumentasikan atau disimpan di buku catatan kecil atau media lainnya. Bahkan, ketika tidak ada media apapun untuk menyimpan gagasan tersebut, kita pun dipaksa untuk menyimpanya di dalam otak dan kemudian dipindahkan ke dalam buku catatan atau media lainnya. Hal ini dikarenakan begitu mahalnya sebuah ide. Saking mahalnya, negara pun melindunginya dengan adanya undang-undang hak cipta. Oleh karena itu, sebuah ide tidak boleh terbuang sia-sia.
Setelah disimpan, ide tersebut kita saring. Ide tersebut tidak bisa langsung diaplikasikan karena ada pertimbangan-pertimbangan tertentu bergantung kepada keadaan kita masing-masing. Belum lagi, apabila ide kita ini ditujukan untuk lingkup organisasi atau kelompok. Maka, bersiap-siaplah untuk menerima berbagai pendapat terkait secuil gagasan kita ini.
Apabila ide kita disetujui atau bisa dipakai, maka diharapkan ide tersebut dapat berguna untuk diri sendiri dan orang lain. Ide tersebut pun dapat diaplikasikan dengan beragam cara tergantung keadaan masing-masing, seperti dijadikan karya seni, dijadikan tulisan, atau bahkan dijadikan dasar untuk sebuah proyek besar. Namun, apabila ide kita tidak disetujui atau tidak bisa dipakai, maka ide tersebut tetap tinggal di media penyimpanan dan jangan sampai kita buang karena siapa tahu ide tersebut berguna suatu saat nanti.
Saya pun memiliki pengalaman yang berharga terkait tindak lanjut dari ide-ide saya. Meskipun tidak semua gagasan-gagasan yang saya sampaikan ke lingkup organisasi dapat diaplikasikan, namun saya tetap berusaha untuk mengapliklasikan semua ide-ide saya untuk saya pribadi, seperti dengan menuliskannya, ataupun dibuatkan karya-karya lainnya. Hasilnya pun ada yang memuaskan dan adapula yang tidak. Namun apapun itu, yang penting ide-ide saya tidak mubazir. Betul, kan?
Sekian dari saya. Semoga bisa bermanfaat bagi kalian walau sedikit. Stay safe and keep spirit.
Komentar

Saya Juga gitu Sob, biasanya saya persiapan catatan di hp, klo ada ide langsung di catat, klo ada waktu luang baru di tulis.
BalasHapusBagus, Mas. Yang penting ide-idenya tidak lenyap begitu saja.
Hapusmemang kadang ide munsuk tiba2 dan hrs dicatat segera kalau tdk lupa
BalasHapusSaya juga pernah mengalami hal seperti itu. Yang penting kita sudah berusaha supaya jangan sampai ide kita lenyap begitu saja.
Hapus