- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
![]() |
| sumber : pixabay |
Mungkin kita pernah ke suatu perpustakaan. Lalu, kita mungkin akan tercengang melihat rak-rak besar
berisi ribuan bahkan jutaan buku dari berbagai cabang ilmu, seperti ilmu agama
atau teologi, sejarah, sastra, ilmu pengetahuan umum, sains, sosial, dan
lain-lain. Terkadang kita pun bingung dalam memilih buku yang ingin kalian baca
karena terlalu banyak jumlahnya.
Isi dari buku-buku tersebut sebenarnya dibagi menjadi dua jenis, yaitu buku praktik dan buku non praktik. Buku praktik adalah jenis buku yang dimana isinya dapat dipraktikkan agar tingkat pemahaman pembaca semakin meningkat. Contohnya seperti buku-buku resep masakan, buku-buku motivasi, dan lain-lain. Sedangkan buku non praktik adalah jenis buku yang dimana isinya tidak dapat dipraktikkan. Jadi, diperlukan kemampuan otak atau kecerdasan khusus untuk dapat memahami jenis buku ini. Contohnya seperti buku-buku ensiklopedia, jurnal-jurnal ilmiah, buku-buku sejarah, dan lain-lain.
Namun, seseorang akan cenderung lebih awet ingatannya jika membaca buku praktik. Hal ini terjadi jika ilmu-ilmu yang sudah dipelajari kemudian langsung dipraktekkan secara rutin hingga seperti melekat di otak. Apalagi jika ditambah dengan media-media yang dapat meningkatkan pemahaman, seperti video. Contohnya
adalah jika seseorang ingin membuat rendang. Lalu, ia pun membaca buku
resep tentang cara membuat rendang dan juga menonton video tutorial tentang cara membuat rendang yang lezat. Ia
pun mempraktikkan semua ilmu tersebut tersebut secara terus-menerus hingga berhasil membuat rendang yang lezat. Setelah itu, ia terus membuat rendang tersebut hingga semua resepnya hafal di luar kepala.
Dalam dunia
kerja, memang lulusan sarjana dapat menempati jabatan yang lebih tinggi
dikarenakan kecakapan ilmu yang mereka miliki. Tetapi, suatu perusahaan akan
terus berjaya jika terdapat suatu "pergerakan yang nyata". Tidak ada yang namanya
perusahaan yang menjual produk yang masih rancangannya saja. Oleh karena itu, untuk dapat membuat produk tersebut hingga menjadi bentuk yang nyata, diperlukan tenaga-tenaga ahli yang pada umumnya merupakan lulusan diploma dan SMK. Contohnya adalah
sebuah perusahaan konstruksi dimana direkturnya adalah sarjana teknik
arsitektur, sedangkan para karyawan di bawahnya adalah lulusan diploma teknik
arsitektur dan SMK jurusan teknik arsitektur. Perusahaan tersebut dapat
bertahan hingga 15 tahun berkat kerjasama yang mereka bangun sejak awal..
Pengaplikasian
suatu ilmu seharusnya disertai oleh kreatifitas. Hal ini dikarenakan
perkembangan zaman yang dinamis atau tidak diam di tempat. Jadi, setiap orang harus memiliki sebuah terobosan baru agar mampu bersaing
dengan ilmu keterampilan yang mereka miliki. Sebagai contoh, saya telah mencoba
mengembangkan keterampilan saya di bidang sastra seperti membuat cerpen,
artikel, opini, dan lain-lain. Sebelumnya saya hanya dapat membuat puisi. Hingga kini, saya pun masih terus mengasah kemampuan saya dan berharap kesuksesan akan saya raih suatu saat nanti.

Komentar
Posting Komentar