POM Bensin Pengisi Kemerdekaan

Hentikan "Perbudakan Kecil"

sumber : pixabay


"Tong, tolong ambilkan minuman."

"Iya, Bang."

Sang adik pun mengambilkan minuman tersebut kepada kakaknya. Sebenarnya, dia ikhlas-ikhlas saja. Akan tetapi, perasaan sang adik lambat laun berubah ketika sang kakak selalu menyuruhnya untuk hal-hal kecil seperti contoh mengambil minuman. Hal inilah yang saya sebut sebagai "perbudakan kecil".

Dalam masyarakat, usia seseorang dapat menjadi dasar seseorang untuk memegang kewenangan selain tahta, yaitu memerintah. Orang yang lebih tua akan memberi perintah kepada orang yang usianya lebih muda. Sebenarnya,sah-sah saja apabila yang memberi perintah tersebut adalah orang tua kita atau orang-orang lainnya yang lebih tua usianya yang pernah berjasa terhadap kita. Anggap saja sebagai bentuk balas jasa kita ketika kita memenuhi perintah mereka.

Atau justru akan menjadi ladang amal bagi kita ketika kita memenuhi perintah dari seseorang yang lebih tua dari kita yang sedang mengalami kesusahan, seperti sedang sakit, ataupun sibuk. Terlebih lagi jika seseorang yang memberi perintah tersebut belum pernah berjasa terhadap kita. Betapa banyaknya ganjaran pahala untuk kita karena kita telah berbuat baik terhadap seseorang yang bisa dikatakan kurang baik terhadap kita.

Namun, lain halnya jika yang memberi perintah itu adalah seseorang yang tidak pernah berjasa terhadap kita dan dia juga memilki fisik yang masih sehat. Mungkin saja beberapa dari kita ikhlas-ikhlas saja. Namun, suatu saat pasti timbul suatu kesadaran dalam diri bahwa harga diri kita telah direndahkan secara perlahan olehnya. Setelah itu, bisa saja kita langsung memberontak secara sporadis.

Mungkin amarah kita tersebut bisa saja melampaui batas karena hawa nafsu yang tak tertahankan. Namun, emosi yang meluap-luap tersebut sudah merupakan jalan yang terbaik untuk memperjuangkan harga diri kita daripada hanya memberontak di dalam hati. Akan tetapi, alangkah baiknya emosi tersebut harus tetap dikontrol lalu mulailah konsultasi dengan orang-orang terpercaya seperti teman terdekat kita.

Dan saya rasa, untuk kasus-kasus seperti ini, sudah sepantasnya untuk melapor ke Komnas HAM. Karena dalam 30 hak-hak azasi manusia yang patut dilindungi menurut PBB, ada beberapa hak-hak yang bisa dijadikan dasar, yaitu hak untuk terlahir bebas dan mendapat perlakuan yang sama serta hak tanpa perbudakan. Untuk mengenai "hak tanpa perbudakan", PBB melarang perbudakan dalam bentuk apapun. Dan saya rasa, praktik memerintah untuk hal-hal yang sepele juga termasuk perbudakan. Sementara, untuk "hak untuk terlahir bebas dan mendapat perlakuan yang sama" sudah jelas melarang praktik seperti ini.

Mungkin saja, para pemberi perintah "sewenang-wenang" tersebut tidak akan mendapat hukuman berat di dunia. Namun, jika mereka tidak juga bertaubat akan kesalahan mereka, maka hukuman  yang jauh lebih berat di akhirat akan menanti mereka.

Oleh karena itu, sebelum terlambat, perlu adanya edukasi terkait "senior junior". Apabila seseorang menjadi seorang senior atau orang yang lebih tua usianya, maka dia tidak boleh memperlakukan sang junior dengan semena-mena. Dan justru seharusnya sang senior mampu untuk membuat sang junior lebih prcduktif sehingga sang junior pun bisa meraih kesuksesan sesuai yang diinginkannya.

Sebagai contoh, saya sendiri pernah memberi perintah kepada para junior saya di lingkungan kampus supaya mereka mengerjakan suatu tugas di bidang jurnalistik. Ketika mereka mengalami kesulitan,saya pun tak segan-segan untuk membantu mereka. Semua ini saya lakukan agar mereka mampu mengembangkan kemampuan mereka yang mungkin saja berguna bagi masa depan mereka. Semoga saja.

Jadi, jika seseorang telah menjadi senior, maka sudah seharusnya ia menjadi pemimpin sekaligus pembimbing bagi para juniornya meskipun dilakukan sedikit demi sedikit. Hal ini jauh lebih baik ketimbang menjadi senior yang berperan menjadi "raja".


sumber data:

 https://internasional.kompas.com/read/2018/12/10/17055301/ini-30-macam-hak-asasi-manusia-menurut-pbb


 




Komentar