POM Bensin Pengisi Kemerdekaan

Puisi Karya Saya "Jebakan Kesibukan"

Langkah berjalan dengan tegap,
menyongsong mentari yang kian benderang.
Membawa sebuah tas kulit berisi dokumen.
Kau singsingkan lengan baju.

Sesampainya di kantor,
kau duduk di tengah dinginnya udara buatan.
Kau terlena dengan waktu serta komputer.
Bahkan kau memetik waktu tambahan karena tugas belum selesai.

Mata sayu tenaga lunglai.
Efek samping dari kerasnya aktivitas.
Keluarga pun terlantar,
demi sebuah ambisi bernilai tunai.

Namun,
mata hati baru terbuka.
Ketika terjadi suatu peristiwa tak menyenangkan.
Waktu itu pun terbayar sudah.

Sesuatu yang berangka dan berlembar itu,
telah membutakan waktu-waktu dinginmu.
Ambisi melebihi sebuah gedung pencakar langit,
membuatmu jatuh menghampar ke tanah.




Komentar